Menurut para ilmuwan, suhu panas di Indonesia tidak separah di India

Ilmuwan perubahan iklim Wayan Suparta mengatakan fenomena panas terik yang belakangan melanda beberapa kota di Indonesia tidak separah yang terjadi di India.

Menurut Wayan Suparta, suhu panas di Indonesia tidak separah di India dan Pakistan karena memiliki letak geografis yang berbeda.
Baca juga

Pembangunan Pusat Data Nasional di Batam dijadwalkan akan dimulai pada akhir 2022
Sesar baribis bisa memicu gempa Jakarta Selatan, tindakan pengendalian kerusakan harus disiapkan
Sesar Baribis yang aktif di wilayah Jakarta Selatan rawan gempa
8 Fakta Tentang Planet Jupiter, planet terbesar dan tercepat di tata surya, muncul dalam konjungsi planet
Google: Awas, Spyware Buatan Italia Bisa Menyusup ke iPhone dan Ponsel Android

“Gelombang panas di Indonesia karena letak geografisnya yang berada di dekat garis khatulistiwa, sehingga berbeda dengan India atau Pakistan,” ujarnya yang dimuat Suara.com.

Wayan Suparta mengatakan menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), gelombang panas atau “gelombang panas” biasanya terjadi di lintang menengah hingga tinggi seperti India, Pakistan, Eropa atau Amerika, dipicu oleh dinamika atmosfer lintang menengah.

“Jadi ini berbeda dengan di Indonesia. (Fenomena suhu panas terjadi karena) ketidaksejajaran tahunan matahari akibat rotasi bumi,” kata ilmuwan perubahan iklim itu.

Wayan sependapat dengan BMKG dan memprediksi suhu panas Indonesia akan berlangsung dalam waktu singkat hingga pertengahan Mei.

Ia juga memperkirakan suhu panas tidak akan mencapai 39 derajat Celcius.
arrow_forward_iosBaca selengkapnya
Didukung oleh GliaStudio
Ilustrasi musim kemarau. (pixabay)

“Prakiraan suhu panas biasanya tidak sampai 39 derajat Celcius. Ketika suhu di suatu tempat mencapai suhu yang sangat tinggi, biasanya karena merupakan daerah padat penduduk, sirkulasi udaranya kurang, sehingga daerah tersebut tampak mengalami pelapukan secara terisolasi,” kata Wayan Suparta.

Namun, pada akhir Mei lalu, Wayan tidak menutup kemungkinan suhu panas di Indonesia bisa mencapai 38,8 derajat Celcius, seperti yang terjadi di Palembang pada 2019.

“Saya kira akhir Mei bisa terjadi seperti di wilayah Tangerang Selatan. Tapi itu tidak bisa diprediksi secara pasti, banyak variabel lain yang berperan,” jelasnya.

FYI: India saat ini sedang dilanda gelombang panas.

Pemerintah India mengatakan gelombang panas dengan suhu melebihi 45 derajat Celcius telah melanda jutaan orang di sana.

Suhu udara mencapai 51 derajat Celcius pada Kamis (28 April) di kota Phalodi, sekitar dua jam dari Jodhpur, Rajasthan, suhu terpanas yang pernah diukur di India.

Inilah penjelasan para ilmuwan perubahan iklim mengapa fenomena suhu panas di Indonesia tidak separah yang terjadi di India dan Pakistan. (Suara.com/Dicky Prastya).

Sumber :