Cara Menanam Hidroponik

Hidroponik

Cara Menanam Hidroponik Dengan Botol Bekas: Pemula & Sederhana – Lahan.Co.Id – Hidroponik merupakan istilah pertanian yang sedang populer belakangan ini. Hidroponik adalah teknik menanam yang menggunakan air sebagai pengganti media tanah. Teknik ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.

cara bercocok tanam hidroponik dengan botol bekas
Cara bercocok tanam hidroponik dengan botol bekas

Meskipun hidroponik merupakan teknik menanam yang mengandalkan media air, namun jumlah air yang dibutuhkan untuk teknik hidroponik ini lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah air yang digunakan untuk bercocok tanam dengan media tanah.

Oleh karena itu, teknik bercocok tanam hidroponik sering digunakan untuk menanam tanaman di daerah yang jumlah suplai airnya tidak terlalu banyak. Anda juga bisa menggunakan teknik ini untuk menghemat penggunaan air.

Nah, kali ini Bacaterus akan membagikan cara bercocok tanam hidroponik dengan menggunakan botol bekas sebagai sarana bercocok tanam. Keuntungan dari metode penanaman ini adalah biayanya cukup terjangkau dan prosesnya sangat mudah.

Ya, selain bisa digunakan untuk membuat vas bunga, kita juga bisa menggunakan botol bekas untuk membuat pot hidroponik. Selain menghemat biaya, kami juga secara tidak langsung melindungi lingkungan dari sampah plastik yang berbahaya. Sebelum membuatnya, mari siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan berikut ini:

Baca Artikel Terkait : Cara Membuat Tanaman Hidroponik Sederhana Dan Mudah Lengkap

Gunting
Botol air mineral ukuran 600 ml
Sumbu kompor (jika tidak ada bisa menggunakan kain bekas)
Spons / Sekam Bakar / Pecahan Bata Merah yang nantinya akan digunakan sebagai media tanam
Tanaman berbiji

botol bekas sebagai sarana bercocok tanam hidroponik

Setelah semua alat terkumpul, silahkan ikuti langkah-langkah membuat botol bekas sebagai sarana bercocok tanam hidroponik berikut ini:

Cara Menanam Hidroponik Potong botol bekas menjadi 2 bagian yaitu potong di tengah botol
Lubangi tutup botol untuk membentuk celah yang nantinya akan menjadi jalur sumbu
Masukkan sumbu ke dalam lubang di tutup botol
Lanjutkan dengan memasukkan bagian atas botol yang telah dilengkapi sumbu ke bagian bawah botol secara terbalik (posisi tutup botol berada di bawah).
Masukkan media tanam berupa spon/sekam bakar/pecahan batu merah pada sumbunya. Gunakan bahan apa saja yang mudah didapat karena media ini hanya berfungsi sebagai pijakan agar tanaman tidak layu
Tanam bibit atau taburkan bibit tanaman di atas media tanam anda
Kemudian, masukkan cairan nutrisi hidroponik ke dalam botol
Letakkan botol bekas ini di tempat yang tidak terkena hujan, tetapi mendapat sinar matahari yang cukup

Sumbu yang sudah terpasang di dalam botol ini nantinya akan mengalirkan cairan nutrisi hidroponik di bagian bawah botol ke tanaman. Jadi, dari mana Anda bisa mendapatkan nutrisi hidroponik tersebut? Nutrisi hidroponik dapat dibeli di beberapa toko tanaman terdekat. Namun, Anda juga bisa membuat larutan nutrisi hidroponik sendiri.

Baca juga artikel lainnya : Cara Menanam Seledri Secara Hidroponik Serta Fungsi dan Jenisnya
Cara Membuat Nutrisi Hidroponik

Nah, Bacaterus juga akan berbagi informasi tentang cara membuat cairan atau larutan hidroponik sendiri yang bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman yang Anda tanam. Pertama, cobalah untuk mengumpulkan alat dan bahan yang diperlukan berikut:

Pupuk Urea 1 kg
Pupuk KCL 1 kg
Pupuk NPK 1 kg
Pupuk Daun Gandasil 50 gram
Sebuah ember dengan volume 20 lt
Drum Plastik dengan volume 100 lt
Timbangan digital
Spatula atau tongkat raksasa untuk mengaduk
Air Sumur / Air Sungai (Hindari menggunakan air PAM, kecuali sudah diendapkan 7-10 hari)

Jika semua alat dan bahan sudah lengkap, mari kita mulai membuat cairan nutrisi hidroponik dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

Timbang semua pupuk yang telah dibeli menggunakan timbangan digital. Pastikan jumlahnya sesuai dengan yang dibutuhkan
Masukkan semua pupuk ke dalam ember
Tuang 20 liter air sumur/air sungai ke dalam ember berisi pupuk, lalu aduk dengan spatula atau lidi. Aduk sampai pupuk larut dengan air
Pindahkan campuran air dan pupuk ini ke dalam drum plastik
Tambahkan lagi air sumur/air sungai ke dalam drum plastik sambil diaduk hingga volume air mencapai 100 liter
Setelah dipastikan tidak ada endapan pupuk, maka cairan nutrisi hidroponik ini siap digunakan

Sumber :